Berita

Membangun Entrepreneur Mindset Sejak Dini

Mindset adalah sebuah pola pikir atau kebiasaan berpikir. Kebiasaan ini adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga secara otomatis terjadi. Bergerak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik adalah langkah yang bisa dilakukan seseorang, membangun pola pikir kewirausahaan atau Enterpreneur Mindset diperlukan untuk menghindari ketergantungan pada orang lain dan supaya hidup kita lebih produktif memaksimalkan potensi diri. Pola pikir entrepreneurship ini bisa dibina dari sejak dini, hal itu perlu pengaruh dari lingkungan keluarga maupun sekolah formal.

Beberapa pendidikan formal pun memfasilitasi mahasiswa dalam membentuk pola pikir kewirausahaan, seperti dalam mata kuliah enterpreneurship, maupun seminar yang mendatangkan pemibicara kompeten dibidangnya. Seperti beberapa waktu lalu telah terlaksana Seminar Entrpreuner Mindset di Universitas Pasundan atau lebih tepatnya di Aula Otto Iskandardinata, pada 10 Maret 2019. Seminar itu selain berisikan motivasi, juga ada game didalamnya. Namun ada yang unik dari game tersebut yaitu pemateri sedikit menyisipkan teknik sulap di dalamnya.

Pemateri dari seminar itu adalah Dosen Teknik Informatika yaitu bapak M. Tirta Mulia. ST., MT. Di awal sesi, Pak Tirta langsung menyatakan bahwa 3 orang pertama yang duduk di depan akan mendapat hadiah berupa kaos dan seketika itu peserta yang duduk ditengah dan belakang langsung ke buru-buru maju ke depan untuk  mengisi tempat duduk terdepan padahal pak Tirta sudah bilang jika 3 orang pertama yang duduk di depan dan faktanya sebelum pernyataan itu di lontarkan sudah ada 3 orang pertama yang duduk di depan. Jadi yang tadi berusaha untuk langsung ke depan sia-sia? Tidak ada usaha yang sia-sia, hanya momennya saja yang salah karena sudah keduluan orang lain.

Pak Tirta. banyak memberikan motivasi kepada kita perihal memulai usaha dan bagaimana mengelolanya dan semua itu dimulai dari keinginan kita untuk berubah dan mengubah, pemateri kali ini menyatakan bahwa kecenderungan orang memulai bisnis atau skala kecilnya yaitu melakukan sesuatu didasari dengan tujuan yang menyenangkan atau tujuan yang baik. Makanya diawal Pak Tirta langsung memberikan hadiah pada 3 peserta yang duduk di depan dan yang duduk ditengah dan belakang langsung kedepan, dan itu membuktikan bahwa aktivitas yang dilakukan saat itu hanya karena akan mendapat hadiah.

Selain itu, ada Fuad Zakiy yang menjadi salah satu pemateri dalam seminar, beliau seorang Sales Trainer dan juga Sales Coach yang berpengalaman memberikan sesi Training maupun Coaching sejak 2011. Telah memberikan motivasi dan inspirasi serta teknik penjualan terbaik ke lebih dari 100.000 orang yang berprofesi sebagai seorang penjual, mulai dari Sales Counter, Sales Representative, Sales Executive, maupun Sales Manager yang bekerja di suatu perusahaan hingga Pelaku MLM, Agen Asuransi, dan juga Agen Properti.

Wajar juga jika berpenghasilan 100 juta dalam sebulan karena mendapat sertifikasi internasional dan client-clientnya bertaraf internasional, melihat beliau hadir pada kesempatan  itu saja sudah sedikit membuktikan bahwa 100 juta dalam sebulan itu mungkin tanpa harus mendatangani dukun seperti cara lama. Bapak Fuad Zakiy memotivasi peserta yang hadir untuk memulai bisnis dari sekarang dengan melihat kenyataan yang ada dikehidupan sekarang, bahkan Pak Fuad Zakiy sedikit menyamakan antara Pembisnis dan Mahasiswa yaitu jika berbicara ke orang atau ke siapapun harus berdasarkan data alias jelas sumbernya dan sesuai fakta yang ada.

Beliau juga yang memberikan sebuah permainan yang di dalamnya disisipkan sedikit sulap, beliau memilih 4 peserta dimana masing-masing harus memberikan barang yang berbeda satu sama lain dan barang tersebut harus berharga lalu beliau menunjuk satu peserta lagi untuk membawa secarik kertas dan bolpen dimana kertas tersebut dijadikan kunci untuk jawaban dari game ini lalu beliau menunjuk satu orang lagi untuk membawa kertas tersebut lalu diangkat tinggi-tinggi ke atas, permainan pun dimulai saat peserta yang membawa secarik kertas tersebut diperintah memilih barang dari ke empat barang berharga tadi untuk disisakan satu barang, beliau mengasumsikan bahwa barang terakhir inilah yang paling memiliki tingkat laku paling tinggi dan disinilah sisi sulapnya yaitu barang terakhir yang dipilih oleh peserta tadi adalah barang yang awalnya sudah diprediksikan oleh beliau dan dituliskan dalam secarik kertas tadi.

Pertanyaan “Kok bisa ?” dan beliau pun menjawabnya dengan simple yaitu “kebanyakan barang yang laku adalah barang yang memiliki emosi paling besar” dan beliau menganalogikan dengan feel yang sering kita rasakan saat membeli suatu barang, karena kebanyakan orang membeli barang tidak karena butuh tapi karena mempengaruhi emosi mereka seperti barang itu lucu, keren saat dipakai, beda dari yang lain, bisa disombongkan, dll, walaupun saat pulang kita baru sadar bahwa kita membeli barang yang tidak terlalu berguna. Beliau memberikan banyak ilmu dengan mempraktekannya secara langsung dan seperti inilah kehidupan nyata setelah memulai usaha kita sendiri.

Pemateri selanjutnya, berasal dari Solo dan beliau adalah anak dari supir bis DAMRI, namun beliau inilah yang membawa mobil porsche yang harga bekasnya saja 1 Miliar. Anak supir bis DAMRI ini adalah Bapak Randu Sekti Wibowo dan beliau adalah pengusaha sukses yang ingin menularkan ke kita untuk meniru cara dagang Rosul pada jaman dulu. Beliau berpesan, “jika ingin kaya itu jangan kaya sendirian, mending kaya berjamaah” dan terbukti dengan mengajak rekan-rekannya untuk berkerja bersama beliau dan sekarang beliau bersama rekan-rekannya sudah sukses.

Pola pikir (mindset) adalah cara memandang terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan ‘nasib’, atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang kita lihat dan kita alami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha.

 

 

Ditulis oleh:
Alvian Novari
Hanifa Nurcahya

 

Foto oleh:
M. Tirta Mulia

Berita Terkait

Komentar

Leave a Comment :

Your email address will not be published. Required fields are marked *