Berita

Berawal Dari Ngulik, Mencoba Jadi Yang Terbaik, 8 Mahasiswa Teknik Informatika UNPAS Ikuti Global Game Jam 2019

“Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih”.

Peribahasa sunda ini artinya; segala hal harus memakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalau sudah diteliti, maka jadikan sesuatu itu bermanfaat untuk kehidupan. Hal itu bermakna, jika kita menekuni suatu bidang dan terus diulik maka akan terasa manfaatnya dikemudian hari. Setiap hal pasti butuh proses, karena hidup itu bukanlah status quo yang menetap tanpa adanya perubahan dan pergeseran sama sekali. Untuk mencapai hasil yang diinginkan tentunya membutuhkan usaha.

Roda kehidupan terus berputar, dunia berkembang begitu pesatnya dalam segala bidang. Termasuk salah satunya bidang game. Dunia game terus dikembangkan setiap tahunnya, karena melihat peluang pasar yang menjanjikan, banyak yang berbondong-bondong menekuni bidang ini. Dunia game tidak pernah sepi dari inovasi, industri game sendiri berkembang dengan sangat pesat. Tidak mengherankan ada begitu banyak developer yang hadir, mulai dari yang independen sampai developer kelas wahid. Beberapa kegiatan pun diadakan untuk memfasilitasi penggiat game, mulai dari user sampai developer. Seperti ajang adu ketangkasan menciptakan game dalam waktu singkat yang kembali digelar, yakni Global Game Jam 2019. Ajang tahunan yang berawal dari acara komunitas game di seluruh dunia ini bertujuan untuk menunjukan kemampuan dalam menciptakan game dalam waktu singkat. Indonesia yang merupakan salah satu pasar bagi industri game, rupanya memiliki ketertarikan yang besar terhadap acara tersebut.

Jumlah peserta dari ajang tahunan itu pun meningkat yang secara otomatis memicu tantangan dan keseruan untuk turut melonjak. Pada tahun ini, Global Game Jam diselenggarakan oleh Arkavidia dan Game Developer Bandung. Pembukaan acara ini berlangsung di Block 71, Dago dilanjutkan dengan membuat game selama 48 jam di ITB Labtek V. Pada 25-27 Januari 2019 kemarin. Acara ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang terbentuk dalam 8 tim.

Kegiatan tersebut tentu saja mengundang minat para penggiat game, tak terkecuali mahasiswa Teknik Informatika UNPAS. Dari sekian banyaknya mahasiswa yang berminat, prodi Teknik Informatika UNPAS mempercayakan kepada 8 orang yang mewakili. 5 diantaranya adalah angkatan 2018 yang notabene baru menempuh perkuliahan sekitar 1 semester. Namun hal itu bukan masalah, dengan modal percaya diri, 3 game berhasil dikembangkan oleh perwakilan dari Teknik Informatika UNPAS.

Membuat game dengan waktu yang singkat itu tidak mudah tentunya. Sebagai peserta juga merasakan sendiri bagaimana nanti kalau kita lembur di perusahaan Game Developer. Tentunya tantangan ini cukup sulit karena mereka harus berpikir kritis juga logis. Tujuannya membuat game yang cukup simpel namun yang jelas selesai. Dengan adanya kegiatan ini peserta mendapat banyak sekali keuntungan tentunya, selain pengalaman, hal itu juga bisa jadi bekal dikemudian hari untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang ditekuni.

So, berawal dari ngulik, semua bisa jadi yang terbaik. Sekalipun masih tingkat satu perkuliahan, apa salahnya mencoba peruntungan untuk bekal di masa depan?

 

Berita Terkait

Komentar

Leave a Comment :

Your email address will not be published. Required fields are marked *