Notice: Only variables should be passed by reference in /home3/userifbiasa/public_html/wp-content/themes/themes-if/plugins/option-tree/ot-loader.php on line 329
Teknik Informatika UNPAS

Berita

Talkshow Series Teknik Informatika UNPAS “Welcoming Computational Thinking”

Talkshow series yang diadakan oleh Teknik Informatika UNPAS yang dilaksankan secara online sudah memasuki episode keenam. Kali ini dengan tema “Welcoming Computational Thinking” dengan narasumber Bapak Asep Somantri ST,. MT yang juga merupakan seorang dosen Teknik Informatika UNPAS sekaligus alumni. Bapak Asep merupakan alumni angkatan 2007 dan lulus pada tahun 2012, beliau juga merupakan lulusan terbaik.

Latar belakang beliau berkuliah di Teknik Informatikapun menarik sekali. Dari mulanya merasa tersesat, sampai membuat dan menemukan jalannya sendiri di jurusan Teknik Informatika UNPAS sampai sekarang bisa menjadi seorang dosen. Beliau menitipkan nasihat ‘Tersesat itu tidak selalu buruk. Justru dengan tersesat kita menemukan banyak hal baru yang kita tidak pernah menemukannya sebelumnya.’ maksudnya adalah jika memang kita sudah merasa tersesat dipilihan yang kita ambil, atau berada pada pilihan diluar rencana kita maka jangan menyerah, kita harus sadar kalau dengan tersesat kita bisa menemukan hal-hal baru yang justru akan menjadi sebuah jalan yang akhirnya kita sadari bahwa itu adalah jalan yang baik.

Menurut talkshow yang dilaksanakan kemarin, computational thinking ini sangatlah penting, meskipun kita hanya menjadi seorang user. Apalagi disaat pandemic seperti saat ini, penggunaan IT menjadi sangatlah penting. Dengan kemampuan computational thinking kita pun bisa mencegah hoaks, karena kita bisa mengenali polanya. Beliau pun menjelaskan, mengapa beliau tertarik ke bidang computational thinking, karena computational thinking ini merupakan dasar, cara berpikir orang IT dan pasti digunakan dalam bidang apapun. Computational thinking ini adalah cara berpikir untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang umum, tapi menggunakan solusi IT. Ada 4 komponen yaitu, dekomposisi, pattern recognition, pattern generalization, dan abstraksi. Empat komponen tersebut tidak selalu berurutan.

Computational thinking pun melatih kita, dan mempelajari untuk berpikir sistematis dan logis. Mampu memisahkan mana yang penting dan tidak agar informasi yang disampaikan adalah informasi-informasi yang memang dibutuhkan. Salah satu penerapan computational thinking sejak dini ialah mengerjakan soal-soal bebras. Bebras merupakan kegiatan untuk menyebarkan computational thinking sejak dini. Adapun jawaban yang menyangkut salah satu pertanyaan yang diajukan oleh audiens ialah bahwa sejak 2016 computational thinking sendiri sudah menjadi matkul khusus yang ada di Teknik Informatika UNPAS karena ingin melatih mahasiswa untuk tidak berpikir dulu secara rumit, belajar dari persoalan yang memang ada di kehidupan nyata. Sehingga nanti mahasiswa Teknik Informatika UNPAS sudah terbiasa. Sebelumnya pun computational thinking ini memang sudah diselipkan pada mata kuliah lainnya, namun memang tidak di kemas secara khusus.

Kemapuan computational thinking bukanlah sesuatu hal yang menyeramkan. Namun kita lebih membiasakan diri untuk bisa berpikir secara sistematis dan logis, sehingga akan mempermudah persoalan yang datang. Jangan takut untuk terus mengasah diri dari persoalan sekitar, karena ternyata itu menjadi kemampuan yang juga dipergunakan untuk di dunia IT. Jangan takut juga teman-teman jika merasa tersesat, lakukan dengan giat dan jangan menyerah.
Mari buat jalan sendiri.

Berita Terkait

Komentar

Leave a Comment :

Your email address will not be published. Required fields are marked *